“Untuk pelayanan yang membutuhkan jaringan internet stabil seperti Disdukcapil, sempat menumpang sementara ke Kota Solok agar pelayanan surat-surat tidak terputus, tapi sekarang jaringannya sudah membaik,” tutur Boy.
Dalam penanganan pascabencana, Pemkab Solok juga melakukan penyesuaian terhadap pola kerja aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) hanya diberlakukan sementara.
“Untuk ASN, kebijakan Work From Home (WFH) hanya berlaku satu hari pada hari Selasa, lalu hari Rabu semuanya sudah masuk kembali untuk bergotong-royong membersihkan kantor masing-masing,” jelas Boy.
Gotong royong tersebut tidak hanya difokuskan pada kawasan perkantoran. Setelah pembersihan kantor selesai, ASN juga diarahkan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Setelah kantor selesai, kita lanjut bergotong-royong membantu masyarakat dan mendistribusikan bantuan,” tutur Boy.
Untuk bangunan yang mengalami kerusakan berat, pemerintah daerah mengerahkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan material galodo.
“Untuk pembersihan, OPD yang kerusakannya ringan dikerjakan secara manual oleh ASN, sedangkan gedung yang rusak berat seperti Dinas PU, DPMN, dan Gedung DPRD kita menggunakan alat berat,” terang Boy.
Ia mengatakan, kondisi bangunan yang terdampak bencana belum langsung ditentukan apakah akan direhabilitasi atau dibangun kembali. Evaluasi akan dilakukan setelah masa tanggap darurat berakhir.

















