Kabarminang — Dinas Pertanian Padang Pariaman menargetkan normalisasi sejumlah saluran irigasi tersier pada November hingga Desember 2026. Langkah tersebut disiapkan untuk mengatasi kendala pengairan sawah yang dikeluhkan petani di Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.
Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman, Irawati Febriani, meninjau sejumlah saluran irigasi yang mengalami kendala di kedua kecamatan tersebut pada Sabtu (31/10/2026). Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi saluran irigasi sekaligus mendengarkan keluhan petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi persawahan.
Dalam kunjungan tersebut Irawati menemukan sejumlah persoalan, dari kerusakan fisik saluran, tumpukan lumpur, hingga pendangkalan yang menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal menuju lahan persawahan.
Wali nagari setempat juga menyampaikan bahwa beberapa saluran irigasi di Kecamatan Lubuk Alung membutuhkan perhatian dan penanganan segera karena kondisinya berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Keluhan serupa disampaikan salah seorang ketua kelompok tani. Ia mengatakan bahwa petani selama ini kesulitan memperoleh air akibat aliran irigasi yang tidak lancar. Bahkan, dalam kondisi tertentu, mereka terpaksa mengandalkan curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air di sawah.
“Kami berharap persoalan saluran irigasi ini mendapat perhatian dan segera ditangani, karena ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan pertanian kami,” ucapnya.
Untuk menanggapi keluhan tersebut, Irawati menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan penanganan melalui normalisasi saluran irigasi tersier. Berdasarkan hasil wawancara, ia menargetkan normalisasi tersebut dapat dilaksanakan mulai pertengahan November hingga Desember 2026. Upaya normalisasi diharapkan dapat memperlancar aliran air menuju areal persawahan dan mengurangi kesulitan petani dalam memenuhi kebutuhan pengairan.
Menurut Irawati, persoalan irigasi berkaitan erat dengan keberlangsungan musim tanam, peningkatan produksi padi, serta kesejahteraan masyarakat petani.
Penanganan infrastruktur pengairan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Melalui peninjauan langsung dan rencana normalisasi itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan petani melalui koordinasi dan penanganan sesuai kewenangan serta kebutuhan di lapangan.






















