Kabarminang — Banjir bandang menerjang Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Sofyan Ali Zumara, mengatakan bahwa banjir bandang tersebut berasal dari aliran air yang turun dari kawasan Gunung Singgalang.
Akibat banjir bandang itu, kata Sofyan, berdasarkan data sementara, ada 12 unit rumah yang terdampak bencana itu. Ia menyebut bahwa kerusakan bangunan yang terdampak tergolong ringan.
“Rumah-rumah tersebut masih bisa ditempati, tetapi harus dibersihkan terlebih dahulu dari lumpur dan material yang dibawa banjir,” tutur Sofyan.
Sofyan mengatakan bahwa banjir bandang juga menerjang lahan pertanian warga sekitar 10 hektare. Ia menginformasikan bahwa lahan tersebut ditanami berbagai jenis tanaman pangan dan sayuran, seperti cabai, bawang, dan kol.
Akibat diterjang galodo tersebut, kata Sofyan, tanaman di lahan pertanian itu tertimbun material banjir sehingga tidak bisa diselamatkan lagi. Dengan demikian, katanya, pengguna lahan mengalami gagal panen.
“Petani harus mengolah lahannya dari awal dan kembali melakukan penanaman,” ujar Sofyan.
Menurut Sofyan, kondisi tersebut membuat petani harus memulai kembali aktivitas pertanian mereka setelah tanaman yang dibudidayakan tertimbun material banjir.



















