Kabarminang – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar kegiatan Seribu Santri untuk Negeri 2026 yang diikuti 1.070 peserta dari 25 pondok pesantren dan madrasah aliyah (MA) se-Sumatera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Kamis hingga Jumat (29–30/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Merawat Tradisi, Mencipta Inovasi, Mencerahkan Peradaban itu menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan potensi dan kreativitas melalui produk unggulan pesantren serta mengikuti berbagai perlombaan.
Sejumlah kompetisi yang digelar meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), serta silek tradisional Minangkabau.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“UIN Imam Bonjol Padang siap memperkuat kerja sama dengan pesantren dan madrasah dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis (30/10/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia, Zulkifli, menyebut Seribu Santri untuk Negeri merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional sekaligus pembukaan Dies Natalis ke-60 UIN Imam Bonjol Padang.
“Kegiatan ini juga diisi dengan perlombaan yang terdiri atas 11 cabang,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Solihin. Dalam kesempatan itu, ia memberikan kuliah umum dengan tema Kebangsaan, Ketahanan Sosial, serta Budaya Damai dan Taat Hukum bagi Santri Menuju Indonesia Emas.
Dalam kuliah umum tersebut, Solihin menyampaikan sejumlah materi, di antaranya mengenai dampak penyalahgunaan sabu-sabu terhadap kebahagiaan, spektrum dan faktor pemicu LGBT, serta cara memutus rantai perundungan dari sisi pelaku.





















