Kabarminang – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 64.350 warga di daerah itu terinfeksi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang 1 hingga 28 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima. Ia menyebut, angka kasus harian sempat tercatat sebanyak 2.434 kasus pada 27 Oktober 2026. Angka itu turun 37,6 persen dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 3.903 kasus.
Ia menyebut, Kabupaten Agam mencatatkan angka tertinggi dengan 8.020 kasus, disusul Kota Padang 7.234 kasus. Kemudian, Kabupaten Tanah Datar menduduki posisi ketiga dengan 6.329 kasus, disusul Kabupaten Solok sebanyak 6.045 kasus dan Kabupaten Padang Pariaman 4.962 kasus.
Kemudian, Kabupaten Lima Puluh Kota mencatat 4.233 kasus, Kabupaten Pesisir Selatan 4.051 kasus, dan Kota Pariaman 3.520 kasus.
Selanjutnya, kasus di Kota Payakumbuh mencapai 3.486 kasus, Kabupaten Pasaman Barat 2.719 kasus, Kabupaten Pasaman 2.427 kasus, serta Kabupaten Dharmasraya 2.368 kasus.
Kemudian, Kota Bukittinggi mencatat 2.149 kasus, Kota Solok 1.490 kasus, Kabupaten Sijunjung 1.485 kasus, dan Kota Sawahlunto 1.288 kasus.
Ia melanjutkan, wilayah dengan catatan kasus terendah pada Oktober, yakni Kabupaten Solok Selatan dengan 1.015 kasus, Kota Padang Panjang 948 kasus, serta Kabupaten Kepulauan Mentawai 581 kasus.
“Rendahnya angka di Kepulauan Mentawai bukan berarti bebas ISPA, melainkan terhambat keterbatasan jangkauan pelaporan manual dan akses medis,” ujar Aklima.





















