Ia mengimbau warga tidak mengabaikan gejala utama ISPA, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas yang sering dianggap remeh. Ia menyebut, pasien yang mengalami demam lebih dari tiga hari, sesak napas, serta batuk berkepanjangan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Jangan biarkan pasien berhari-hari di rumah tanpa penanganan medis, terutama bagi anak-anak yang mulai rewel dan sulit minum,” tutur Aklima.
Ia juga mengimbau warga tetap menggunakan masker di area publik luar ruang dan menjadikan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebagai kewajiban harian.
Ia mengatakan, pencegahan ISPA juga harus didukung dengan pemenuhan gizi seimbang, istirahat cukup, dan penghentian kebiasaan membakar sampah di pekarangan.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan ISPA akibat cuaca buruk.
“Tingginya angka ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” imbuhnya.





















