Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menargetkan pembangunan 523 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana dapat diselesaikan pada 2027. Pembangunan tersebut tersebar di tiga lokasi, yakni Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan pembangunan di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, direncanakan sebanyak 340 unit. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Yayasan tersebut menangani pembangunan rumah, sedangkan Dinas Perkim Kota Padang menyiapkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
“Pembangunan di Balai Gadang kita bagi menjadi dua tahap. Tahun ini ditargetkan sebanyak 138 unit di atas lahan seluas 2,9 hektare, sedangkan 202 unit lainnya direncanakan dibangun pada 2027 dengan lahan yang telah disiapkan seluas kurang lebih tiga hektare,” katanya, Jumat (30/10/2026).
Selain Balai Gadang, pembangunan huntap juga berlangsung di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, dengan total 183 unit. Huntap tersebut dibangun di atas lahan seluas 4,6 hektare melalui bantuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Pembangunan di lokasi Sungkai ditargetkan selesai pada 2026,” ujarnya.
Ia melanjutkan, lokasi ketiga berada di Kampung Lalang, Kecamatan Pauh. Pembangunan huntap secara eksitu di kawasan tersebut mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
“Untuk yang di Kampung Lalang ini telah selesai dikerjakan sebanyak 10 unit bangunan. Sementara itu, penyediaan infrastruktur pendukung masih terus dilakukan oleh Dinas Perkim dan ditargetkan rampung pada 2026,” tuturnya.
Ia menyebut, calon penghuni juga telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 119 Tahun 2026, lengkap dengan data nama dan alamat. Ia menyebutkan bahwa saat ini Pemko Padang sedang menyusun mekanisme pembagian hunian.
“Total kebutuhan kita sebanyak 523 unit dan insyaallah tahun depan seluruhnya dapat terbangun,” tuturnya.




















