Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang didesak untuk membuka akses kendaraan hingga ke area basement Blok II Pasar Raya Padang agar lokasi relokasi pedagang Jalan Sandang Pangan dapat berfungsi secara optimal.
Dosen Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Andalas (UNAND), Harison, menilai bahwa tempat relokasi yang disediakan Pemko Padang cukup baik secara fisik. Namun, menurutnya, kelayakan akses pembeli menjadi faktor paling krusial yang menentukan keberlanjutan usaha para pedagang.
”Pemerintah harus memikirkan bagaimana caranya mengantarkan langsung pembeli ke hadapan pedagang. Akses masuk ke basement tersebut idealnya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, seperti angkutan kota,” ujar Harison kepada Kabarminang.com pada Senin (26/10/2026).
Harison menjelaskan bahwa Pemko Padang tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan lapak penampungan tanpa memperhitungkan mobilitas pengunjung. Tanpa kemudahan akses fisik, katanya, pembeli akan enggan turun ke area basement dan berpotensi mematikan usaha pedagang.
”Kapasitas tempat berdagang tidak masalah dikurangi sedikit untuk dijadikan jalur masuk atau area berputar kendaraan. Langkah ini jauh lebih bijak daripada membiarkan pedagang kehilangan sumber mata pencaharian mereka akibat sepi pembeli,” tutur Harison.
Harison berpandangan bahwa ketersediaan jalur kendaraan di dalam area basement akan memberikan kemudahan langsung bagi para pengunjung. Ia menyebut bahwa pembeli tidak perlu lagi berjalan jauh dari area parkir luar untuk menjangkau lapak pedagang yang direlokasi.
”Jika akses kendaraan dibuat memadai, pedagang akan merasa lebih lega karena potensi pembeli tetap terjaga. Pembeli juga akan merasa nyaman karena tidak direpotkan oleh jarak tempuh dari tempat parkir,” ucap Harison.
Selain itu, Harison menekankan pentingnya pembenahan sirkulasi udara di dalam basement agar kondisi ruangan tidak pengap dan merugikan kesehatan. Menurutnya, Pemko Padang wajib memastikan sistem ventilasi bekerja secara maksimal sebelum lokasi sepenuhnya ditempati.


















