Kabarminang – Bangunan dasar pentas seni di SMAN 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, mengalami keretakan meski pekerjaan pembangunan belum diserahterimakan. Retakan terlihat pada sejumlah bagian, terutama jenjang yang menjadi bagian dari konstruksi bangunan.
Kepala SMAN 2 Batang Anai, Aghfirli Syofyan, mengatakan bangunan yang telah dikerjakan saat ini merupakan bagian dasar pentas dengan ukuran cukup luas. Bangunan tersebut direncanakan dikembangkan menjadi pentas bertingkat.
Namun, sebelum pengembangan dilanjutkan, sekolah menemukan keretakan pada bagian jenjang. Retakan juga terlihat di sejumlah bagian lain di sekeliling bangunan.
“Ketika tampak retak, saya langsung menghubungi pihak provinsi dan menyampaikan bahwa bangunan yang baru dibuat sudah retak-retak,” kata Aghfirli, Rabu (30/9/2026).
Menurut Aghfirli, setelah menerima laporan tersebut, pihak terkait memberikan nomor pengawas pekerjaan kepada sekolah. Kondisi bangunan kemudian disampaikan kepada pengawas untuk ditindaklanjuti.
Pengawas selanjutnya meminta tukang melakukan pengecekan kembali terhadap bagian-bagian yang mengalami keretakan. Dari komunikasi tersebut, pengawas juga menyampaikan akan dilakukan perbaikan terhadap bagian bangunan yang bermasalah.
Bagian jenjang menjadi perhatian sekolah karena konstruksi tersebut nantinya akan menopang akses menuju beberapa tingkat pentas. Karena ditemukan retakan, sekolah menilai bagian tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum pembangunan dilanjutkan.
Aghfirli mengatakan kondisi tanah di lokasi pembangunan juga menjadi perhatian. Menurut dia, bangunan berada di atas tanah yang kondisinya labil, sementara retakan ditemukan tidak hanya pada bangunan, tetapi juga di area sekitarnya.















