“Yang paling bermasalah itu bagian jenjang. Di sekeliling bangunan juga ada retak-retak,” ujarnya.
Bangunan pentas seni tersebut merupakan pekerjaan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Endarmi, dengan nilai sekitar Rp71 juta.
Aghfirli mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan kondisi bangunan kepada pihak provinsi dan pengawas pekerjaan. Hingga kini, sekolah masih menunggu pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi konstruksi serta bentuk perbaikan yang akan dilakukan.
Ia berharap pemeriksaan dan perbaikan dilakukan sebelum rencana pengembangan pentas bertingkat dilanjutkan. Dengan begitu, kondisi bagian dasar dan jenjang bangunan dapat dipastikan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk konstruksi tahap berikutnya.















