Kabarminang – Indra (54) masih mengingat jelas suara gemuruh dan teriakan warga dari luar Gedung Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Pemerintah Kabupaten Solok saat banjir bandang atau galodo menerjang kawasan perkantoran pemerintah di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) malam.
Indra merupakan petugas kebersihan di gedung itu yang telah bekerja sekitar 13 tahun. Ia menyebut, banjir bandang tersebut merupakan kejadian pertama yang dialaminya selama bekerja di kawasan itu.
“Saya ditinggal di gedung ini. Detik-detik sebelum galodo itu terdengar suara gemuruh, ada juga teriakan ‘galodo-galodo’ dari luar ruangan,” tuturnya saat ditemui Sumbarkita di lokasi, Selasa (22/9/2026).
Mendengar teriakan tersebut, Indra kemudian keluar dan mendapati kondisi di depan pintu Gedung Bapelitbang telah digenangi air dan lumpur.
Dari teras Bapelitbang, ia juga melihat Gedung Inspektorat telah dialiri banjir bandang yang membawa material lumpur, kayu, dan batu. Beberapa mobil dinas bahkan terseret arus sekitar 15 meter.
“Saya melihat sekeliling kawasan kompleks dinas ini sudah dipenuhi lumpur, batu dan kayu yang terbawa arus, ke mana mau lari, karena air dan material banjir tidak masuk ke dalam gedung ini, saya akhirnya bertahan di dalam sampai arusnya reda,” tuturnya.
Indra mengatakan aliran banjir mulai surut sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah itu, sejumlah orang mulai berkumpul dan memasuki kawasan Gedung Bapelitbang untuk mencari tempat yang aman.
Namun, malam belum sepenuhnya berakhir. Sekitar pukul 01.00 WIB, Indra bersama beberapa orang yang berada di dalam gedung memutuskan keluar melewati jalan yang telah tertutup lumpur.





















