Kabarminang – Nilai ekspor Sumatera Barat (Sumbar) pada Agustus 2026 meningkat 41,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meski sejumlah pasar utama seperti Tiongkok, India, Jepang, dan negara-negara Eropa mengalami penurunan transaksi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Novrial, mengatakan nilai ekspor daerah pada Agustus mencapai USD269,76 juta. Angka tersebut naik dari USD190,78 juta pada Juli 2026.
Kenaikan tersebut terutama ditopang lonjakan permintaan dari sejumlah negara di kawasan Asia Selatan. Pakistan menjadi penyumbang terbesar setelah nilai ekspor Sumbar ke negara tersebut melonjak 280 persen.
“Nilai ekspor Sumbar ke Tiongkok turun 18 persen, dari USD 75,37 juta pada Juli menjadi USD 61,50 juta di bulan Agustus,” kata Novrial, dikutip Minggu (20/9/2026).
Penurunan ekspor ke Tiongkok disebut terjadi di tengah melemahnya harga dan permintaan pasar global. Kondisi tersebut membuat Tiongkok yang sebelumnya menjadi mitra dagang terbesar Sumbar tergeser oleh Pakistan.
Nilai ekspor Sumbar ke Pakistan melonjak dari USD18,83 juta pada Juli menjadi USD71,49 juta pada Agustus. Kenaikan tersebut mencapai 280 persen.
Sementara itu, pasar India yang berada di posisi empat tujuan ekspor Sumbar juga mengalami koreksi. Nilai ekspor ke negara tersebut turun 18 persen, dari USD55,64 juta menjadi USD45,56 juta.
“Pasar Jepang juga mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 43 persen, dengan nilai ekspor yang tergerus dari bulan lalu menjadi USD 2,28 juta di Agustus,” ujar Novrial.





















