Kabarminang – Upaya mengembangkan kawasan percandian Dharmasraya sebagai destinasi wisata sejarah, budaya dan edukasi mulai memasuki tahap pembenahan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat membahas pengembangan dua kawasan cagar budaya nasional, sekaligus mengidentifikasi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan.
Pembahasan itu berlangsung saat Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menerima audiensi BPK Sumatera Barat, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, di Kantor Bupati Dharmasraya, Pulau Punjung, Rabu (9/9/2026).
Dua kawasan yang menjadi perhatian adalah Kompleks Situs Percandian Pulau Sawah dan Candi Padang Roco. Keduanya memiliki nilai penting dalam sejarah dan kebudayaan Dharmasraya serta dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata sejarah dan budaya.
Candi Padang Roco telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional pada 2017. Sementara Kompleks Situs Percandian Pulau Sawah memperoleh status Cagar Budaya Nasional pada 2025.
Bukan Hanya Menata Candi
Bupati Annisa menyambut baik perhatian pemerintah pusat melalui BPK Sumatera Barat terhadap pengembangan kawasan percandian tersebut.
Menurutnya, pengembangan kawasan tidak cukup hanya dengan memperhatikan bangunan atau kawasan inti candi. Akses menuju lokasi, etalase kawasan, fasilitas pendukung hingga kenyamanan pengunjung juga perlu dipersiapkan secara terpadu.
Karena itu, ia menilai kolaborasi antara Pemkab Dharmasraya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat menjadi kunci agar pengembangan kawasan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian.
Pengembangan Kompleks Situs Percandian Pulau Sawah sebelumnya telah memiliki pradesain dan rencana induk pelestarian. Sementara kawasan Padang Roco juga telah memiliki konsep penataan dan pengembangan lanjutan yang dapat menjadi pijakan untuk pembangunan secara bertahap.
“Pengembangan kawasan percandian tidak hanya menyasar kawasan inti candi, tetapi juga akses menuju lokasi, etalase kawasan serta berbagai fasilitas pendukung lainnya sehingga kawasan tersebut semakin representatif, nyaman dan menarik bagi wisatawan,” ujar Annisa.
Pelestarian Padang Roco Terus Berjalan
Kepala BPK Sumatera Barat Nurmatias mengatakan, berbagai langkah pelestarian telah dilakukan di kawasan Candi Padang Roco.
Upaya tersebut antara lain ekskavasi, pemugaran Candi 1, 2 dan 3, pembangunan serta pergantian cungkup pelindung, pelindungan tujuh munggu, kajian zonasi, hingga penataan lingkungan dan penyediaan fasilitas dasar bagi pengunjung.
Namun, pengembangan kawasan ke depan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. BPK Sumatera Barat turut menyoroti persoalan status lahan dan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari yang berada di sekitar kawasan.
Kedua persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan penataan sekaligus perlindungan kawasan cagar budaya.
BPK Sumatera Barat pun meminta dukungan Pemkab Dharmasraya agar persoalan tersebut dapat ditangani bersama. Dengan demikian, pengembangan kawasan wisata tidak berjalan sendiri, tetapi tetap memperhatikan perlindungan situs dan lingkungan di sekitarnya.
Pemkab Bentuk Tim untuk Pulau Sawah
Untuk persoalan lahan, Bupati Annisa telah memerintahkan Asisten Administrasi Pemerintahan membentuk tim pembebasan tanah Kompleks Situs Percandian Pulau Sawah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan kepastian terhadap status lahan sehingga penataan, pelestarian dan pengembangan kawasan memiliki dasar yang lebih kuat.
Sementara persoalan DAS Batanghari akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan.
Pemkab Dharmasraya menyatakan siap mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat perlindungan kawasan sekaligus mendorong pengembangan destinasi wisata sejarah dan budaya tersebut.
Bupati Annisa juga menyatakan kesiapannya untuk menghadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon guna membahas lebih lanjut kebutuhan strategis serta dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan dan pelestarian Candi Pulau Sawah dan Padang Roco.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kehadiran dua cagar budaya nasional itu diharapkan tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah yang dilindungi, tetapi berkembang menjadi kawasan wisata yang memberi nilai edukasi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat Dharmasraya.
Dalam audiensi tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Catur Eby, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga H. Reno Lazuardi, Sekretaris Emsri Berty serta Kabid Kebudayaan Yusradi.















