Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengalihkan proses belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring akibat memburuknya kualitas udara dan kabut asap di wilayah tersebut. Pembelajaran jarak jauh itu terhitung mulai Rabu-Jumat (9-11/2026).
Kebijakan itu diberlakukan untuk satuan pendidikan tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pengalihan pembelajaran menjadi daring merupakan langkah mitigasi menyusul kualitas udara yang masuk kategori berbahaya dengan AQI US mencapai 430 pada Selasa (8/9/2026).
“Kita mengambil langkah mitigasi menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya pada Selasa. Semoga kualitas udara kita segera membaik,” ujarnya.
Fadly mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari kegiatan luar ruang atau menggunakan masker ketika harus berkegiatan di luar ruang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang, Yopi Krislova, mengatakan seluruh satuan pendidikan diinstruksikan menerapkan PJJ atau pembelajaran dari rumah secara daring.
“Melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, kami menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan PJJ atau belajar dari rumah secara daring. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi dan mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anak-anak kita,” ujar Yopi.
Ia mengimbau selama pembelajaran jarak jauh, orang tua atau wali murid memastikan anak-anak tetap beraktivitas di dalam rumah serta menggunakan masker apabila harus keluar ruangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran tatap muka selanjutnya,” tuturnya.
















