Kabarminang – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, membuka Orientasi Klasikal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Payakumbuh Tahun 2026 Angkatan II di Aula SKB, Kelurahan Padang Alai Bodi, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan itu berlangsung pada Rabu-Kamis (2-3/9/2026) dan diikuti 124 PPPK dari berbagai bidang, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Dalam sambutannya, ia meminta tidak menjadikan rutinitas sebagai ukuran keberhasilan, tetapi memastikan setiap tugas menghasilkan kinerja yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.
“Ketika menjadi ASN, kita tidak cukup hanya hadir dan bekerja sesuai rutinitas. Setiap pekerjaan harus memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan, orientasi tersebut merupakan pembekalan bagi PPPK untuk memahami nilai, tugas, fungsi, serta etika sebagai ASN. Kegiatan itu juga diarahkan untuk membantu peserta beradaptasi dengan lingkungan birokrasi sekaligus memahami tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Dalam arahannya, Zulmaeta menekankan bahwa nilai dan etika ASN harus menjadi landasan dalam melaksanakan pekerjaan. Ia meminta PPPK menempatkan kepentingan pelayanan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Nilai dan etika ASN harus menjadi dasar dalam menjalankan tugas. Kita ingin PPPK memahami sejak awal bahwa orientasi mereka adalah memberikan pelayanan, bukan mengejar kepentingan pribadi,” ujarnya.
Zulmaeta juga mengingatkan bahwa pelayanan publik menuntut kesiapsiagaan aparatur. Menurutnya, ASN harus mampu hadir saat masyarakat membutuhkan pelayanan, termasuk ketika berada dalam situasi darurat.
Selain kesiapsiagaan, Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu. Ia menyebut jam kerja standar di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh dimulai pukul 07.30 hingga 16.00, dengan waktu istirahat pukul 12.00-13.00. Sementara pada Jumat, waktu kerja berakhir pukul 13.30.
“Disiplin terhadap waktu kerja merupakan bentuk tanggung jawab kita. Delapan jam kerja harus kita isi dengan pekerjaan yang produktif sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan tanggung jawab kita,” katanya.
Zulmaeta kemudian menggarisbawahi perbedaan antara kerja dan kinerja. Ia menjelaskan, kerja merupakan aktivitas yang dilakukan, sedangkan kinerja berkaitan dengan hasil yang dicapai dari aktivitas tersebut.
“Jangan merasa sudah berkinerja hanya karena sudah bekerja. Yang kita lihat adalah hasil akhirnya,” ujarnya.
Di luar pelaksanaan tugas kedinasan, Zulmaeta juga mendorong PPPK memiliki kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah sesuai kemampuan. Ia juga meminta PPPK menjaga loyalitas kepada negara dan instansi serta terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan kapasitas dan sistem manajemen talenta.
“Jadilah ASN yang loyal, disiplin, terus belajar dan selalu siap melayani. Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar sudah bekerja, tetapi seberapa besar hasil kerja itu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Selama orientasi, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan fungsi dan tugas ASN melalui sistem pembelajaran daring Massive Open Online Course (MOOC), serta materi mengenai nilai dan etika di lingkungan instansi pemerintah.
















