Kabarminang – Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah sekolah di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026) sore, sebanyak 388 orang yang terdiri dari peserta didik dan tenaga pendidik terindikasi mengalami gejala sakit perut, mual, dan muntah.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Palupuh, Indra Jaya, mengatakan kasus tersebut mulai dilaporkan sejak Senin (31/8/2026) dan terjadi di sejumlah sekolah tingkat TK, SD, dan SMP.
“Data sementara peserta didik TK, SD dan SMP sebanyak 364 orang, sedangkan guru SD dan SMP 24 orang. Jadi totalnya 388 orang terindikasi,” kata Indra Jaya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 orang telah mendapatkan pengobatan di Puskesmas Palupuh. Sementara dua orang lainnya dirujuk ke RSUD Ahmad Muchtar Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Adapun korban lainnya masih dalam pemantauan melalui bidan desa maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Indra mengatakan, petugas Puskesmas Palupuh telah melakukan penanganan awal terhadap para korban. Petugas juga mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diperiksa lebih lanjut.
“Puskesmas Palupuh sudah melakukan penanganan awal dan mengambil sampel makanan serta muntahan,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah turun ke lokasi untuk melakukan investigasi. Sampel yang dikumpulkan selanjutnya akan menjalani uji laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada ratusan peserta didik dan tenaga pendidik tersebut.















