Kabarminang – Penampakan kondisi kayu penopang sejumlah warung di kawasan Flyover Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat bangunan warung yang berada di sisi kawasan perbukitan ditopang menggunakan rangkaian kayu. Sejumlah bagian kayu tampak berwarna gelap dan terlihat telah mengalami pelapukan.
Kondisi tersebut terlihat cukup jelas dari sisi bangunan yang berada di atas lereng. Rangka kayu tampak tersusun bertingkat untuk menopang bagian warung.
Pada video yang beredar, terdapat tulisan “sangat seram, kayu lapuk semua”, yang menggambarkan kekhawatiran terhadap kondisi penopang bangunan tersebut.
Sejumlah netizen mempertanyakan penggunaan kayu sebagai material penopang bangunan.
“Kenapa ga pakai baja ringan gitu rangkanya? Atau biar lebih sefty lagi pakai ekskapolding,” tulis salah seorang netizen.
Komentar lainnya bahkan meminta bangunan tersebut dibongkar karena dinilai mengganggu pemandangan dan berpotensi membahayakan.
“Harus dibongkar itu merusak pemandangan dan membahayakan, sampah aja dibuang sembarangan. Bupati 50 Kota tolong rapikan,” tulis netizen lainnya.
Pemilik akun yang mengunggah video tersebut juga menanggapi komentar itu dengan menyebut kondisi tersebut berbahaya.
“Batu aa… membahayakan… buek sampah, merusak pemandangan,” tulisnya.















