Kabarminang – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di Sumatra Barat (Sumbar) telah ditingkatkan hingga 20 persen. Namun, antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Sumbar, Fakhri Rizal Hasibuan, mengatakan peningkatan penyaluran dilakukan untuk merespons lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Penyaluran Biosolar saat ini sudah kami naikkan sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata bulan Juni, atau naik 12 persen jika dihitung sejak awal tahun,” ujar Fakhri kepada Sumbarkita, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut membuat volume distribusi Biosolar harian di Sumbar naik dari sebelumnya sekitar 1.600 kiloliter (KL) menjadi 1.800 hingga 1.900 KL per hari.
Sementara itu, total distribusi seluruh jenis BBM yang disalurkan Pertamina di Sumbar kini mencapai 4.500 hingga 4.800 KL per hari.
Fakhri menjelaskan, masih terjadinya antrean di sejumlah SPBU dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi BBM secara merata, baik untuk produk bersubsidi maupun nonsubsidi. Kenaikan konsumsi tidak hanya terjadi pada Biosolar, tetapi juga BBM jenis Pertalite dan Dexlite.
Selain tingginya permintaan, Pertamina juga menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum konsumen, salah satunya melalui pengisian berulang.
“Kami menemukan indikasi kecurangan transaksi, seperti pengisian secara berulang hingga ketidaksesuaian antara nomor polisi kendaraan dan data pada QR Code subsidi,” kata Fakhri.
















