Kabarminang – Pondok Pesantren Kanzul Ulum di Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, mengembangkan pola pendidikan yang memadukan pembelajaran agama dengan berbagai keterampilan praktis bagi para santri.
Pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama kehidupan santri. Namun, mereka juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui sejumlah kegiatan, seperti berkuda, memanah, peternakan hingga kewirausahaan.
Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Ulum, H. Hizbul Watan, mengatakan konsep tersebut dikembangkan agar santri tidak hanya memperoleh pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui praktik secara langsung.
Menurutnya, salah satu kegiatan yang kemudian berkembang menjadi ciri khas Kanzul Ulum adalah program memanah sambil berkuda. Program tersebut mulai dikembangkan sejak Desember 2016.
Saat pertama kali dimulai, pesantren hanya memiliki seekor kuda. Sebulan kemudian, pihak pesantren membeli satu ekor lagi sehingga memiliki sepasang kuda.
“Dari awalnya satu ekor, sebulan kemudian kita beli satu lagi sehingga menjadi sepasang. Dari sepasang kuda itu kemudian berkembang sampai sekarang,” kata Hizbul Watan pada Senin (10/8/2026).
Seiring berjalan waktu, kegiatan berkuda tidak hanya menjadi aktivitas olahraga bagi santri. Mereka juga dilibatkan dalam perawatan kuda yang dipelihara di lingkungan pesantren.
Para santri belajar memberi makan, membersihkan kandang, memandikan hingga menjaga kondisi kuda. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari keseharian mereka sekaligus melatih tanggung jawab, ketekunan dan kedisiplinan.















