Kabarminang – Kasus cekcok hingga berujung dugaan pemukulan pengendara yang dilakukan Dirreskrimum Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Teddy Fanani, di kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) berakhir damai.
Kesepakatan damai dicapai setelah kedua belah pihak bertemu pada Minggu (9/8) malam. Teddy terlihat memeluk pengendara tersebut yang bernama Bill Irzano alias Bili dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh orang tuanya.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah, dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya ditulis Senin (10/8/2026).
Ia melanjutkan, penyelesaian tersebut dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari siapa pun. Kesepakatan damai itu juga telah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama.
“Yang terpenting, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan,” jelasnya.
Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama sekaligus menjadi jalan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan kekeluargaan.
Sebelumnya, dalam unggahan di Instagram-nya, korban @bill_irzano mengaku dipukul hingga kacamatanya patah. Ia mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang perwira Polda Sumbar saat menjemput Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, di Bandara Internasional Minangkabau.















