Kabarminang — Kota Padang Panjang menjadi tujuan studi tiru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kerinci untuk mempelajari strategi menjaga keharmonisan antarumat beragama. Kunjungan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi dan kunjungan kerja di Aula Balai Kota Padang Panjang, Kamis (23/7/2026).
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyambut hangat kedatangan rombongan FKUB Kabupaten Kerinci. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga momentum memperkuat hubungan baik antara dua daerah yang memiliki keterikatan sejarah.
Hendri mengatakan, Padang Panjang dan Kabupaten Kerinci memiliki hubungan historis yang erat. Karena itu, ia berharap kunjungan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam menjaga kerukunan umat beragama.
“Kami menyambut dengan bahagia. Banyak warga Padang Panjang yang memiliki hubungan dengan Kerinci, begitu pula sebaliknya. Semoga kunjungan ini membawa manfaat bagi kedua daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerukunan yang terjaga di Padang Panjang tidak terlepas dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang telah dibangun sejak lama. Pemerintah daerah bersama FKUB terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif.
“Meski dikenal sebagai Serambi Mekkah, Padang Panjang tetap menjunjung tinggi keberagaman. Kami tidak membedakan suku, ras, maupun agama, sehingga hubungan antarumat beragama tetap harmonis,” katanya.
Ketua FKUB Kabupaten Kerinci, Hadi Candra, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Padang Panjang. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk melihat secara langsung pola pengelolaan kerukunan umat beragama di kota yang dikenal sebagai Serambi Mekkah tersebut.
“Padang Panjang menjadi salah satu referensi yang ingin kami pelajari, khususnya dalam pengelolaan FKUB dan menjaga kehidupan masyarakat yang rukun. Semoga pengalaman ini dapat kami terapkan di Kerinci,” tuturnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kerinci, Saprel, mengatakan, studi tiru tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus menambah wawasan dalam meningkatkan kualitas pembinaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Kerinci.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Padang Panjang Alizar menyampaikan, kondisi daerah yang aman dan tenteram merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKUB, dan tokoh agama menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang, Mukhlis M. Ia menilai kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat melalui dialog terbuka, kolaborasi, serta sikap saling menghormati.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga melakukan diskusi interaktif mengenai berbagai persoalan terkait kehidupan beragama. Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah mekanisme pendirian rumah ibadah seiring dengan pertumbuhan jumlah umat.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Hendri menegaskan Pemerintah Kota Padang Panjang selalu berpedoman pada aturan yang berlaku, termasuk regulasi bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Setiap proses, kata dia, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan dengan tetap mengutamakan musyawarah dan menjaga keharmonisan masyarakat.
















