Kabarminang — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), meninjau lokasi kebakaran sekaligus menjenguk korban terdampak dalam peristiwa yang menghanguskan 15 petak kios di Pasar Kayutanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Rabu (22/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, JKA menyampaikan rasa prihatin kepada para korban. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak cepat menangani dampak kebakaran.
Menurutnya, pemerintah daerah segera melakukan pembersihan puing-puing kebakaran, mendirikan posko darurat dan dapur umum, serta menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan pakaian kepada warga terdampak.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemerintah daerah akan memastikan seluruh kebutuhan darurat korban terpenuhi dan proses penanganan dilakukan secepat mungkin. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata JKA.
Ia menambahkan bahwa hingga kini Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman masih melakukan pendataan terkait jumlah korban dan penyebab kebakaran.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 15 petak kios terbakar. Kios-kios tersebut terdiri atas berbagai jenis usaha, mulai dari toko harian, kedai sarapan, pangkas rambut, tukang jahit, toko elektronik, alat tulis dan studio, penjual santan, hingga kedai soto.
Ia merinci, pemilik kios yang terdampak itu antara lain Haji Ali yang memiliki dua unit toko PnD, Lena (Sarapan Pagi), Kasiran (pangkas rambut), Yung Juo (tukang jahit), Ali (PnD), Haji Kulik (toko harian), Kantor Pasar, Haji Majen (toko elektronik), Epi (PnD), Jen (alat tulis dan studio), Labai Mudo (penjual santan), Anwar (kedai soto), Er Apuak (PnD), Rat (PnD), dan Net (PnD).
Ia mengatakan, untuk memadamkan api, Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman mengerahkan armada dari Posko Lubuk Alung, Limpato, Sungai Limau, dan Sungai Geringging.
Selain itu, bantuan juga datang dari Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar,” ujarnya.
















