Kabarminang — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, melepas 16 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mitigasi Bencana untuk menjalankan pengabdian di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (20/7/2026).
“Program KKN Mitigasi Bencana ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas penanganan bencana yang telah kita lakukan sebelumnya. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam proses pemulihan sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, KKN ke-52 2026 tersebar di 10 kabupaten di Sumatera Barat, yakni meliputi Kabupaten Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Solok, Tanah Datar, dan Agam.
“Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN ke-52 kurang berjumlah 2.500 orang dengan tujuh skema KKN,” katanya.
Ia merinci, ketujuh skema tersebut yakni KKN Reguler, Nagari Mitra Berdampak yang berkolaborasi dengan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan program studi dan tim pengabdi UIN Imam Bonjol Padang, KKN Mitigasi Bencana, Domisi, Lingkungan Kampus, Internal Kampus, dan Rekognisi.
Sementara itu, Kasi Kesra Nagari Pasie Laweh, Susi Masni, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Imam Bonjol Padang yang menempatkan mahasiswa KKN di wilayah tersebut.
“Kami siap menerima adik-adik mahasiswa KKN dengan tangan terbuka. Kami berharap selama berada di sini, adik-adik dapat mengikuti aturan yang berlaku serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh mahasiswa KKN dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat serta mematuhi aturan dan norma yang berlaku selama menjalankan pengabdian di Kabupaten Padang Pariaman.
















