Kabarminang — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menerima kunjungan jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat untuk membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, peningkatan partisipasi pemilih muda, serta penguatan literasi demokrasi. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rektor, Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (21/7/2026).
Rombongan KPU Provinsi Sumatera Barat dipimpin oleh Anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ory Sativa Syakban. Ia didampingi Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan Hamdan serta Kepala Bagian Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Parhumas SDM) Jumiati.
Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati, didampingi Direktur Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang Ahmad Wira.
Dalam pertemuan tersebut, Ory Sativa Syakban, mengatakan, kunjungan itu bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama antara KPU Provinsi Sumatera Barat dan UIN Imam Bonjol Padang.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kesadaran politik dan demokrasi di kalangan generasi muda. Karena itu, kolaborasi melalui berbagai program pendidikan pemilih dinilai penting untuk terus dikembangkan.
“Kami berharap UIN Imam Bonjol Padang dapat menjadi mitra strategis KPU Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda melalui kegiatan sosialisasi, pendidikan pemilih, dan program-program edukasi lainnya di lingkungan kampus. Selain itu, kami juga ingin mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Martin Kustati menyatakan kampus yang dipimpinnya terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi pengembangan institusi maupun masyarakat.
“UIN Imam Bonjol Padang pada prinsipnya sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama. Kami menyambut baik inisiatif yang dibangun KPU Provinsi Sumatera Barat. Namun, agar kerja sama ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, kami berharap draf kerja sama terlebih dahulu disampaikan kepada unit kerja sama universitas untuk dipelajari dan dikaji sebelum dilakukan penandatanganan,” ujarnya.
Martin berharap penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kesepakatan resmi yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program bersama antara UIN Imam Bonjol Padang dan KPU Provinsi Sumatera Barat.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Wira menyampaikan dukungannya terhadap rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, ruang lingkup kolaborasi tidak hanya mencakup pendidikan demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga dapat dikembangkan di bidang akademik.
Ia mengatakan UIN Imam Bonjol Padang membuka peluang bagi pegawai KPU Provinsi Sumatera Barat yang ingin melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang, khususnya pada Program Studi Hukum Islam. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan KPU.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Berbagai gagasan mengenai program bersama dibahas secara konstruktif sebagai langkah awal membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara pemilu.
















