Kabarminang — Antrean kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sariak Simpang Tiga, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Jumat (10/7/2026) pagi.
Perihal hal itu, warga Jorong Laban, Nagari Kapa, Hengki (25), menyebut antrean tersebut terjadi akibat maraknya aksi pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ia menyebut, kendaraan mengular di SPBU itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari setiap kali stok Pertalite dan Biosolar datang.
Ia melanjutkan, antrean truk bisa mencapai 300 meter dengan dua baris kendaraan, sedangkan antrean motor bisa sampai enam baris hingga memakan badan jalan.
“Kondisi ini dipicu oleh ulah puluhan pelangsir yang menimbun BBM bersubsidi untuk dijual kembali secara eceran dengan berbagai modus. Saya perhatikan ada lebih dari 30 pelangsir setiap harinya, ada menggunakan mobil, jeriken yang ditutup plastik, hingga sepeda motor dengan tangki yang sudah dimodifikasi,” katanya kepada Sumbarkita, Jumat (10/7/2026)
Hengki menjelaskan, para pelangsir motor sering kali melakukan pengisian secara berulang dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
“Satu motor modifikasi bahkan bisa mengisi Pertalite hingga Rp350 ribu sekali isi. Logikanya, tidak ada tangki motor standar yang muat sebanyak itu,” ujarnya.
Ia melanjutkan, aktivitas ini membuat warga setempat dan pengendara umum lainnya merasa sangat terganggu karena durasi antrean menjadi sangat lama.
Hengki juga membeberkan modus lain, di mana ada pelangsir yang sengaja membawa motor dengan kondisi ban bocor agar mendapatkan prioritas atau ruang khusus.
















