Kabarminang – Pemerintah Kota Padang menyiapkan program beasiswa luar negeri bagi 60 putra-putri terbaik pada 2026 melalui skema double degree di sejumlah perguruan tinggi internasional. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemko Padang meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri pembukaan SEIBA International Festival ke-4 di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Selasa (7/7/2026).
Maigus mengatakan program beasiswa tersebut akan membuka kesempatan bagi pelajar Kota Padang menempuh pendidikan di berbagai negara, seperti Turki, Mesir melalui Universitas Al-Azhar, Maroko, dan sejumlah perguruan tinggi internasional lainnya dengan konsep double degree.
“Insyaallah tahun ini Pemko Padang menyediakan beasiswa untuk 60 orang putra dan putri terbaik di Kota Padang yang akan mengikuti kuliah di luar negeri. Konsepnya double degree, bisa di Turki, Al-Azhar, Maroko dan lainnya,” ujar Maigus.
Menurutnya, penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan menjadi bagian dari strategi Pemko Padang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter.
Ia menyebut semangat tersebut juga sejalan dengan Program Unggulan Padang Juara dan Smart Surau yang tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter melalui nilai-nilai keagamaan.
Maigus menambahkan, penyelenggaraan SEIBA International Festival menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan bagi generasi muda Kota Padang.
Festival bertema Sustainability from Nusantara to Global Harmony itu diikuti delegasi dari delapan negara, yakni Singapura, Malaysia, Kamboja, Jepang, Nigeria, Vietnam, Turki, dan Thailand. Kegiatan tersebut juga diikuti 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), dengan total 486 peserta.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati, mengatakan SEIBA International Festival merupakan platform strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan.
“Kolaborasi seperti inilah yang akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berkembang di tingkat global,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amin Suyitno, menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan pendidikan masa depan melalui penguatan kualitas akademik, pemanfaatan teknologi, dan nilai-nilai keagamaan.
















