Kabarminang — Wali Kota (Wako) Pariaman, Yota Balad, menyampaikan sejumlah capaian selama masa kepemimpinannya bersama Wali Kota Pariaman Mulyadi dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pariaman, Kamis (2/7/2026). Sidang itu menjadi agenda pertama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 daerah tersebut.
Yota mengatakan, sebagai kota kecil yang lahir dari pemekaran Kabupaten Padang Pariaman pada 2 Juli 2002, Pariaman secara bertahap telah mampu mengisi predikat kota otonom yang diperoleh dengan cara bekerja keras untuk meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan hingga ke pelosok desa, sekaligus memberikan akses bagi pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Pariaman.
“Selama lebih kurang dua tahun ini kami berdua, Balad-Mulyadi, sudah berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang masih banyak lagi harus diselesaikan. Secara bertahap, kami juga sudah bisa menorehkan prestasi pembangunan yang kami lakukan selama ini, dan itu semua juga tidak terlepas dari bantuan yang datang dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia melanjutkan, di antara prestasi pembangunan tersebut, Pariaman telah berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Tahun 2025 dan 2026, mendapat predikat Kota Terendah Inflasi secara nasional dari Kemendagri, serta Penghargaan Nasional Layanan E-Purchasing dari Wakil Presiden RI.
Kemudian, Penghargaan UI Green City Metric Award 2025 dari Universitas Indonesia, Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD dan Penghargaan Program Digitalisasi Pembelajaran dari Kemendikdasmen RI, Sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk produk unggulan Sulaman Kapalo Peniti Nareh dari Kementerian Hukum RI, Penghargaan UHC Awards Tahun 2026 dengan kategori Madya, dan banyak lagi keberhasilan lainnya dari program unggulan Balad-Mulyadi.
Ia melanjutkan, secara makro, pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman pada 2025 sebesar 3,46 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,37 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pariaman mengalami peningkatan dari 80,49 menjadi 81,27, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,26 persen menjadi 3,83 persen, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 5,32 persen menjadi 5,16 persen, dan usia harapan hidup mengalami peningkatan dari 74,37 tahun menjadi 74,62 tahun.
Ia melanjutkan, semua prestasi tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah kota dalam pencapaian RPJMD 2025–2030 yang tertuang dalam visi terwujudnya Pariaman Kota Wisata yang Maju, Kreatif, Berbasis Agama, dan Berbudaya.
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman. Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tokoh-tokoh pendiri Kota Pariaman, pimpinan maupun anggota dewan yang terhormat, jajaran aparatur pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, alim ulama, cendekiawan, serta seluruh elemen masyarakat Kota Pariaman yang telah mendorong terbangunnya suasana kondusif di Kota Tabuik ini,” imbuhnya.
















