Kabarminang – Bunga bangkai kembali mekar di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/6/2026) sore. Bunga langka tersebut tumbuh secara alami di kawasan kebun warga yang didominasi tanaman cengkeh.
Salah seorang warga setempat yang juga kerap menjadi pemandu bagi pengunjung dan wisatawan, Yulfiendri, mengatakan bunga bangkai itu mulai mekar sekitar pukul 15.30 WIB.
“Ukuran tinggi bunga bangkai 260 sentimeter dengan lebar bunganya 160 sentimeter,” kata Yulfiendri kepada Sumbarkita.
Ia menjelaskan, lokasi bunga bangkai berada di kawasan perkebunan warga yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu habitat tumbuhnya tanaman langka tersebut. Area itu dipenuhi pohon cengkeh dan berada cukup jauh dari permukiman penduduk.
Menurut Yulfiendri, lokasi bunga bangkai mekar berjarak sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga. Akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan sepeda motor.
“Kondisi bunga saat ini baru saja mekar sehingga belum mengeluarkan aroma khas yang menyerupai bau bangkai. Biasanya aroma tersebut muncul saat bunga mekar sempurna,” ujarnya.
Hingga Kamis sore, belum banyak warga maupun wisatawan yang datang untuk menyaksikan langsung bunga bangkai tersebut. Sejauh ini, kata Yulfiendri, pengunjung yang melihat bunga itu masih didominasi warga yang melintas menuju kebun.
Ia menambahkan, bunga bangkai tersebut tumbuh liar tanpa perawatan khusus. Tanaman itu dibiarkan berkembang secara alami dan tidak mendapatkan perlakuan maupun penjagaan tertentu.
Selain berkembang dari umbi yang menyerupai umbi talas, bunga bangkai juga menghasilkan biji. Namun, masa mekarnya tergolong singkat.
“Untuk mekar bunga, biasanya hanya 2–3 hari, setelah itu kuncup kembali,” tuturnya.
















