Kabarminang — Renovasi GOR Haji Agus Salim yang berada di Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, tidak hanya berdampak pada perubahan kawasan olahraga, tetapi juga memengaruhi para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas usaha di area itu.
Salah seorang pedagang, Wita (50), penjual nasi goreng yang telah berjualan di kawasan itu selama 16 tahun, mengaku kini harus menghentikan aktivitas usahanya setelah adanya kebijakan pengosongan kawasan mulai Rabu (17/6/2026) pagi.
Ia mengaku usaha nasi goreng yang dijalaninya selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama lima anaknya. Dari lima orang itu, empat orang telah menyelesaikan pendidikan, sementara satu anak lainnya masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.
Ia mengatakan, dirinya telah membawa pulang gerobak dagangannya setelah menerima surat pengosongan kawasan itu pada Selasa (16/6/2026) pagi. Meski demikian, ia mengaku kecewa karena pemberitahuan resmi mengenai pengosongan diterimanya dalam waktu yang singkat.
Wita menuturkan hal yang paling disayanginya bukan hanya soal pembongkaran, melainkan tidak adanya kepastian mengenai tempat berjualan setelah kawasan tersebut dikosongkan.
“Yang sangat disayangkan pembongkaran ini tidak memberikan solusi kepada pedagang, kami harus berjualan ke mana setelah ini. Padahal untuk memenuhi kebutuhan hidup dari hasil dagangan ini, mungkin tiga hari ke depan belum berdagang lagi,” ujarnya.
Ia mengaku kondisi tersebut semakin berat karena situasi ekonomi yang menurutnya sedang sulit. Sejumlah kebutuhan usaha dan kebutuhan rumah tangga juga mengalami kenaikan harga.
“Ekonomi lagi sulit-sulitnya. Semua naik, bahan pokok naik, BBM naik, plastik juga naik, dan lainnya. Kami berharap ada perhatian pemerintah terhadap para pedagang yang terdampak, ini merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” imbuhnya.
















