Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Mahdianur, mengatakan, langkah ini dilakukan agar pengerjaan proyek renovasi total stadion senilai Rp340 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan target fasilitas olahraga modern berstandar internasional bisa dimulai pada awal Juni mendatang.
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi intensif kepada para pedagang dan pengurus cabang olahraga pada minggu pertama dan kedua Mei 2026. Terkait proses pemindahan, Mahdianur menjelaskan bahwa relokasi dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pedagang, karena pemerintah tidak menyediakan lokasi relokasi khusus selama masa pembangunan.
“Meskipun para pedagang direlokasi mandiri, nasib ekonomi pedagang tetap menjadi prioritas pemerintah dengan menyiapkan fasilitas Pujasera dalam rancangan bangunan baru agar nantinya para pelaku usaha memiliki tempat yang lebih representatif. Pengerjaan ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun,” ujarnya kepada Sumbarkita, Minggu (3/4).
Ia merinci, renovasi mencakup perbaikan drainase lapangan, pembaruan rumput sesuai standar internasional, serta peningkatan kualitas tribun dengan sistem keamanan yang lebih baik. Selain itu, kawasan stadion juga akan dilengkapi dengan gedung pujasera, area parkir, serta sekretariat cabang olahraga dengan kapasitas stadion dirancang menampung lebih dari 10.000 penonton.
“Selama masa konstruksi berlangsung, stadion akan ditutup total demi menjaga keamanan dan kelancaran proyek. Penutupan ini berdampak pada aktivitas olahraga, termasuk tim Semen Padang FC yang harus mencari stadion alternatif untuk pertandingan kandang selama kompetisi berlangsung,” tuturnya.
















