Kabarminang – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan posisi Indonesia saat ini semakin diperhitungkan dan dihormati di mata dunia internasional. Bahkan, sejumlah negara disebut mulai meminta bantuan kepada Indonesia di berbagai sektor strategis.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti prediksi sejumlah lembaga dan pakar internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045.
“Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045, yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima, bahkan keempat terbesar di dunia. Ini bukan saya mengatakan,” ujar Prabowo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran besarnya potensi Indonesia di masa depan. Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak pernah berambisi menjadikan Indonesia sekadar negara besar, melainkan memastikan rakyat hidup layak dan sejahtera.
“Saya sendiri tidak pernah bermimpi, berharap. Kita hanya ingin hidup layak. Tapi mereka mengatakan kita akan menjadi negara keempat, kelima. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia,” katanya.
Prabowo juga mengungkapkan pengalamannya selama melakukan kunjungan luar negeri sebagai Presiden RI. Ia menilai penghormatan dunia terhadap Indonesia kini meningkat signifikan dibanding sebelumnya.
“Saya kalau keluar negeri sebagai Presiden Indonesia, saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Prabowo menyebut sejumlah negara kini mulai meminta bantuan kepada Indonesia, khususnya dalam sektor pupuk. Menurutnya, kapasitas produksi pupuk nasional saat ini mengalami surplus sehingga memungkinkan Indonesia membantu negara lain.















