Kabarminang — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang mencatat 107 kasus kebakaran terjadi selama periode Januari hingga April 2026. Angka tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Kebakaran Padang, Rinaldi, merinci, pada Januari tercatat 30 kasus, Februari 23 kasus, Maret 26 kasus, dan April 28 kasus.
“Dari Januari hingga April lebih dari seratus kejadian kebakaran. Objek yang terbakar didominasi rumah, ruko, gudang, kendaraan, lahan, hingga kabel dan meteran listrik,” ujarnya.
Ia menyebut, korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran tersebut. Selain itu, kebakaran juga dipicu kompor, pembakaran lahan, sampah, serta kebocoran bahan bakar kendaraan.
“Kalau melihat frekuensinya, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” tambahnya.
Rinaldi menilai jumlah kejadian kebakaran sejak awal tahun tergolong tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang sebelum meninggalkan rumah supaya melepas colokan listrik, AC, lampu, dan termasuk sambungan colokan,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga terus meningkat sehingga angka kejadian kebakaran di Kota Padang dapat ditekan selama sisa tahun 2026.
















