Kabarminang — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Padang Pariaman membantu pembangunan tujuh unit rumah tidak layak huni di daerah itu melalui dukungan para donatur.
Ketua TP PKK Padang Pariaman, Nita John Azis, mengatakan seluruh bantuan yang disalurkan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan berasal dari para donatur yang peduli terhadap kondisi masyarakat.
“Ini murni bantuan dari para donatur yang peduli terhadap kondisi masyarakat kita,” ujar Nita saat menyerahkan bantuan di Kampung Piliang, Nagari Limau Puruik, kepada Eva, Minggu (10/5).
Dalam kesempatan itu, TP PKK Padang Pariaman kembali menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk membantu pembangunan rumah milik Eva yang selama ini tinggal bersama enam anaknya dalam kondisi memprihatinkan. Rumah yang ditempati Eva berdinding papan, sempit, beratap bocor, dan belum memiliki fasilitas kamar mandi yang layak.
“Uang bantuan ini langsung kita serahkan ke toko bangunan agar segera dimanfaatkan untuk memulai pembangunan rumah Ibu Eva menjadi lebih bersih, nyaman, dan layak huni,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut gerakan sosial yang dilakukan TP PKK merupakan bentuk kolaborasi kemanusiaan yang lahir dari kepedulian bersama.
“Kebetulan saya dan istri sudah tinggal sekitar 45 tahun di Jakarta. Alhamdulillah, banyak sahabat dan relasi yang ikut mendukung kegiatan sosial yang dijalankan Ibu Hj. Nita Azis selaku Ketua TP PKK,” ujarnya.
Ia menilai TP PKK memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, TP PKK tidak hanya menjadi organisasi pendamping pemerintah daerah, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat penanggulangan bencana di Padang Pariaman.
“PKK hadir langsung menyentuh masyarakat. Inilah bentuk gotong royong dan kepedulian yang harus terus kita jaga bersama,” imbuhnya.
















