Kabarminang – Selama 46 tahun berdiri, Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat telah mencetak sekitar 1.200 tenaga perawat yang kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.
Pimpinan Politeknik ‘Aisyiyah (Polita) Sumatera Barat, Jeki Refialdinata, mengatakan bahwa kontribusi tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang institusi sejak awal berdiri pada 1980-an.
Ia menyebutkan, lulusan terbanyak berada di Sumatera Barat, kemudian menyebar ke Sumatera Selatan, Bengkulu, Pekanbaru, Riau, serta Pulau Jawa seperti Jakarta dan sekitarnya.
“Sebagian lulusan juga ada yang bekerja di Jepang,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Menurut Jeki, Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat merupakan perguruan tinggi swasta milik Persyarikatan Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan dikelola oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat di Padang.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan institusi dimulai dari SPKU (Sekolah Penjenang Kesehatan Umum) pada periode 1980 hingga 1983.
“Kemudian pada 1984 berubah menjadi SPR (Sekolah Perawat), dan pada 1987 dikukuhkan menjadi SPK (Sekolah Perawat Kesehatan),” katanya.
Pengukuhan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 639/KEP/DIKNASKES/II/87. Hingga tahun 2000, SPK telah menghasilkan sebanyak 681 tenaga perawat kesehatan.
















