Kabarminang –– Silih berganti orang datang untuk bertransaksi di Konter Alam Raya Seluler di kawasan Universitas Taman Siswa Padang, Jalan Teuku Umur Nomor 2 A, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Padang, pada Minggu (19/4/2026) setelah magrib. Ada yang datang untuk mentransfer uang ke dompet digital DANA dan nomor rekening bank, ada pula yang membeli voucer paket internet berbagai provider, dan ada pula yang membeli aksesori ponsel. Dua karyawan konter tersebut sibuk melayani pelanggan yang datang. Baru selesai seorang pelanggan bertransaksi, di kursi depan konter tersebut sudah menunggu calon pelanggan.
“Ketika ada program cashback dari Bank Nagari, pelanggan yang datang ke sini lebih banyak lagi daripada ini,” ujar Eko Aris Saputra (38 tahun), pemilik Konter Alam Raya Seluler kepada Kabarminang.com.
Program cashback yang dimaksud Eko ialah program cashback yang diberikan Bank Nagari bagi konsumen yang membayar dagangan yang ia beli atau jasa yang ia gunakan dengan QRIS melalui aplikasi mobile banking Bank Nagari, yaitu Ollin by Nagari. Konsumen yang membayar dengan menggunakan QRIS memperoleh cashback Rp5.000 dari bank tersebut.
Konter Eko menjadi salah satu tempat usaha yang dipilih Bank Nagari untuk mendapatkan program itu pada Ramadan yang lalu. Sejak program itu hadir di konternya, jumlah transaksinya meningkat. Sebelum ada program tersebut, rata-rata ada 150 kali transaksi sehari di konternya dengan omzet sekitar Rp30 juta. Setelah ada program itu, transaksinya bertambah menjadi 200 kali sehari.
“Program cashback Rp5.000 dicari orang karena secara tidak langsung konsumen diberi diskon Rp5.000 per transaksi. Rp5.000 ribu itu selisih harga yang cukup besar. Orang bahkan memilih berbelanja atau bertransaksi di tempat yang harganya lebih murah Rp1.000 daripada di tempat lain,” tutur Eko.
Di Konter Alam Raya Seluler, Eko melayani transaksi keuangan dari dompet elektronik, dari rekening bank melalui mesin EDC sebagai agen laku pandai, pembelian voucer paket internet, pembelian aksesori ponsel, dan lain-lain.
Jasa yang ia tawarkan dan dagangan yang ia jual tersebut kawin mawin dengan lokasi konternya yang berada di tempat strategis. Konternya berada di kawasan kampus, sekolah, dan perkantoran. Karena itu, rata-rata konsumennya ialah mahasiswa, pelajar, dan pekerja kantoran, termasuk orang umum di luar tiga status pekerjaan tersebut.
Transaksi menggunakan QRIS Ollin by Nagari paling banyak di konternya ialah transaksi ke DANA. Eko menjelaskan bahwa banyak konsumen yang menggunakan jasa konternya untuk mentransfer uang Rp100 ribu hingga lebih ke rekening DANA yang diminta oleh konsumen. Konsumen tersebut tidak bisa mentransfer uang senilai Rp100 ribu dari DANA-nya ke rekening DANA orang lain karena aplikasinya tersebut belum premium.
Transaksi lain yang paling banyak di konter Eko dengan pembayaran menggunakan QRIS Ollin by Nagari ialah pembelian voucer paket internet dari rentang harga Rp15 ribu sampai Rp35 ribu.
Menurut Eko, banyak transaksi QRIS di konternya, apalagi dengan adanya program cashback Rp5.000, karena konsumen cenderung menyukai transaksi nontunai karena lebih mudah, cepat, praktis, dan aman. Ia menyebut bahwa kini jarang konsumen yang memegang uang tunai karena tidak praktis. Karena itu, ia menyambut secara baik program kerja sama pembayaran transaksi melalui QRIS dengan Bank Nagari.
Selain itu, kata Eko, banyaknya transaksi di konternya, termasuk transaksi dengan menggunakan QRIS, karena biaya jasa yang harus dibayar konsumen dari tiap transaksi lebih murah daripada konter lain. Misalnya, ia hanya mengenakan biaya Rp2.000 kepada konsumen pada transaksi senilai Rp100 ribu ke DANA, sedangkan konter lain mengenakan biaya Rp3.000 hingga Rp4.000. Pada transaksi senilai di atas Rp500 ribu ke DANA, ia hanya mengenakan biaya Rp3.000 kepada konsumen, sementara konter lain menetapkan biaya Rp5.000.
Eko menuturkan bahwa hal yang membuat konsumen dan pedagang sepertinya senang menggunakan QRIS Bank Nagari ialah bahwa uang masuk ke rekening secara real time, bukan menunggu beberapa jam seperti menggunakan QRIS pada bank lain. Ia mengetahui hal itu karena sudah menggunakan QRIS dari sejumlah bank lain di konternya.
“Bagi pedagang dengan modal terbatas seperti saya, dana masuk real time setelah menggunakan QRIS sangat penting karena modal saya tak tertahan beberapa jam. Kalau modal saya tertahan beberapa jam, itu mengganggu transaksi di konter saya, apalagi jumlah transaksi saya dalam sehari mencapai Rp30 juta. Akibatnya, saya tidak bisa melayani transaksi yang diminta konsumen karena modal tertahan di bank. Saya nyaman menggunakan QRIS Bank Nagari karena begitu QRIS di-scan, uang langsung masuk sehingga saya dapat langsung memutar uang tersebut untuk transaksi konsumen. Sementara itu, transaksi pakai QRIS bank lain, hanya notifikasinya yang langsung masuk, sedangkan uangnya masuk beberapa jam setelah transaksi,” ucapnya.
Eko berharap kepada Bank Nagari untuk menambah durasi program cashback tersebut, misalnya beberapa bulan, bahkan sepanjang tahun. Menurutnya, program cashback Bank Nagari yang pernah ada di konternya begitu singkat, yaitu tak sampai sebulan.
“Programnya cashback bagus sekali karena menguntungkan pedagang dan konsumen. Tapi, sayangnya durasi programnya singkat. Saya berharap durasinya ditambah menjadi lebih lama,” tutur Eko.
Salah satu bukti program cashback tersebut diminati pelanggan, kata Eko, ialah bahwa ketika program itu berakhir di konternya, banyak konsumen yang menanyakan program tersebut. Akibatnya, ia agak sulit menjelaskan kepada konsumen bahwa masa program itu sudah berakhir karena takut konsumen kecewa.
Meski program cashback tidak ada lagi di Konter Alam Raya Seluler, masih cukup banyak pelanggan konter itu yang bertransaksi menggunakan QRIS Ollin Bank Nagari. Indra, salah seorang mahasiswa yang bertransaksi di sana, mengatakan bahwa ia membayar transaksi dengan QRIS Ollin by Nagari karena malas ribet membayar pakai uang tunai, apalagi ada kembaliannya. Jika membayar pakai QRIS, katanya, proses pembayaran cepat sehingga ia tidak perlu menunggu uang kembalian dicari oleh kasir.
“Kalau belanja pakai uang tunai, pembeli kadang-kadang menunggu kasir mencarikan kembaliannya. Padahal, pelanggan butuh cepat,” tuturnya.
Adapun Rani, pelanggan Konter Alam Raya Seluler, mengatakan bahwa ia bertransaksi menggunakan QRIS karena tidak takut uangnya tercecer di jalan atau dicopet orang seperti menggunakan uang tunai. Ia merasa lebih aman bertransaksi nontunai.
“Kalau bawa uang tunai dalam jumlah banyak, saya takut dirampok. Sekarang banyak tindak kriminal seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Staf Divisi Pemasaran Bank Nagari, M. Kemal Maghribi, mengatakan bahwa program cashback tersebut lahir dari dorongan digitalisasi pembayaran oleh Bank Indonesia. Selain itu, katanya, program tersebut dihadirkan sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas nasabah dan upaya Bank Nagari untuk mempercepat adopsi transaksi nontunai di Sumbar, khususnya pada ekosistem UMKM lokal.
“Program cashback QRIS merupakan bagian dari ekosistem Bank Nagari yang lebih besar, mencakup aplikasi Ollin by Nagari dan NQR Merchant,” tuturnya.
Perihal periode program, Kemal menginformasikan bahwa program itu berjalan pada periode tertentu dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat, seperti program-program tematik selama ini.
Untuk menjalankan program itu, kata Kemal, Bank Nagari memilih pedagang yang akan diberi program cashback itu berdasarkan momentum tematik pada periode tertentu. Berdasarkan hal itu, pihaknya mengusahakan semua pedagang dari semua kategori usaha terlihat dalam program itu.
“Rata-rata merchant yang kami ikut sertakan dalam satu periode berkisar antara 200 hingga 300 merchant dari semua wilayah kerja Bank Nagari, termasuk yang di luar Sumbar, seperti Pekanbaru dan Jakarta,” ucap Kemal.
Pihaknya menetapkan syarat minimum bagi konsumen yang ingin mendapatkan program cashback tersebut. Kemal mencontohkan syarat minimum ketika program tersebut diterapkan pada toko swalayan dan tempat usaha di objek wisata. Walaupun cashback yang didapatkan nasabah nominalnya sama, syarat minimum belanja pada toko swalayan lebih tinggi daripada pada tempat usaha di objek wisata karena transaksi di toko swalayan lebih besar.
“Konsumen dibatasi melakukan satu kali transaksi per program per hari. Jadi, konsumen tidak bisa mendapatkan program cashback dengan bertransaksi lebih dari satu kali pada program yang sama dalam satu hari,” tutur Kemal.
Sejauh ini, kata Kemal, pedagang sangat senang terhadap program cashback itu karena meningkatkan penjualan atau transaksi pedagang dan mendapatkan penghargaan dari Bank Nagari bagi pedagang yang jumlah transaksinya memenuhi ketentuan.
Menurut Kemal, program cashback tersebut terbukti membuat UMKM “naik kelas” secara bertahap. Ia menyebut bahwa pedagang beruntung jika konsumen membayar menggunakan QRIS karena pencatatan transaksi lebih gampang dikontrol dan tampilan usaha lebih modern. Keuntungan yang lebih pasti, katanya, ialah meningkatnya jumlah penjualan dan transaksi pedagang secara signifikan.
Program cashback itu, menurut Kemal, efektif mengubah kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai ke transaksi nontunai. Ia mengatakan bahwa banyak anak muda, yang memang familiar dengan transaksi QRIS, yang mengincar program cashback itu. Sementara itu, untuk kalangan dewasa, menurutnya, program itu dapat dimasifkan melalui edukasi pedagang peserta program sehingga adopsi transaksi tunai ke nontunai dapat meningkat.
Selain itu, Kemal mengatakan bahwa program cashback itu berhasil. Indikator keberhasilannya, kata Kemal, ialah pertumbuhan jumlah pedagang aktif QRIS, volume dan nilai transaksi bulanan, jumlah pengguna baru aplikasi Ollin by Nagari, dan tingkat retensi nasabah yang menggunakan QRIS berulang.
Walaupun program cashback itu dapat dikatakan berhasil meningkatkan transaksi nontunai, Kemal mengakui bahwa ada tantangan besar dalam meningkatkan tantangan penggunaan QRIS di Sumbar. Ia menilai ada tiga tantangan utama, yaitu masih rendahnya literasi digital di nagari atau desa, keterbatasan sinyal internet di daerah terpencil, dan kebiasaan transaksi nontunai yang sudah mengakar, terutama di pasar tradisional dan nagari-nagari.
Di sisi lain, di tengah ketatnya persaingan transaksi nontunai yang ditawarkan oleh banyak bank dan aplikasi dompet digitial, Kemal yakin bahwa Bank Nagari dapat bersaing secara baik dengan kompetitor. Ia menyampaikan bahwa keunggulan Bank Nagari ada pada kedekatan dengan pemilik UMKM lokal. Selain itu, katanya, QRIS Ollin by Nagari memiliki kepercayaan komunitas yang kuat, jaringan kantor yang luas, dan dukungan pemerintah daerah.
“Meski nominal cashback Bank Nagari mungkin tidak selalu lebih besar daripada aplikasi e-wallet nasional, nilai loyalitas dan ekosistem lokal menjadi pembeda utama Bank Nagari dibandingkan dengan yang lain,” ujar Kemal.
Kemal menambahkan bahwa program cashback tersebut bukanlah tujuan akhir karena merupakan pemicu awal untuk membentuk kebiasaan bertransaksi digital dan strategi untuk menghimpun CASA. Ia menyampaikan bahwa program pembayaran dengan QRIS secara keseluruhan merupakan strategi jangka panjang yang bermuara pada perubahan perilaku transaksi konsumen dari tunai ke nontunai.
















