Kabarminang – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mulai merehabilitasi turab atau dinding penahan tanah yang terdampak longsor akibat hujan deras yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) lalu.
Rektor Martin Kustati menegaskan bahwa kerusakan yang sempat beredar saat bencana tersebut bukan terjadi pada gedung kampus, melainkan pada bagian turab.
“Kerusakan terjadi akibat curah hujan tinggi selama sekitar satu minggu tanpa henti, sehingga menggerus turab pembatas antara Gedung A dan Gedung B,” ujarnya saat ditemui Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, proses rehabilitasi kini telah dimulai. Pengerjaan diawali dengan penanganan darurat skala kecil sebelum dilanjutkan ke tahap yang lebih besar.
Menurutnya, rehabilitasi dilakukan di sejumlah titik, termasuk area Unit Pengembangan Bisnis (UPB). Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang didukung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Martin menyebutkan, terdapat empat titik kerusakan cukup parah, yakni di kawasan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), samping Gedung J, bagian belakang kampus, serta beberapa area lain yang terdampak. Seluruh kerusakan tersebut berada pada bagian turab.
Terkait anggaran, pihak kampus sebelumnya mengajukan kebutuhan sekitar Rp30 miliar. Namun, realisasi dana akan disesuaikan dengan kondisi serta jenis pekerjaan di lapangan.
Untuk target penyelesaian, khususnya di area FEBI, pengerjaan diupayakan rampung secepatnya tanpa mengabaikan standar konstruksi.















