Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani lokal untuk terlibat langsung dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dorongan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Wita Desi Susanti, dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program MBG yang digelar di Hall Lantai III Balai Kota, Senin (20/4/2026).
Ia menilai pelaksanaan MBG harus dimanfaatkan sebagai peluang strategis untuk memperkuat sektor pangan lokal melalui pemberdayaan UMKM dan petani sebagai pemasok utama kebutuhan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kita bisa seperti daerah lain. Mungkin selama ini pembinaan pada UMKM atau petani belum maksimal. Ke depan, kita harus memastikan bagaimana UMKM dapat berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan untuk SPPG,” ujarnya.
Ia melanjutkan, keterlibatan UMKM lokal menjadi kunci agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah dan program MBG mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain itu, data komoditas pangan yang digunakan oleh SPPG akan menjadi laporan resmi Pemerintah Kota kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan akan dievaluasi langsung oleh pemerintah pusat.
Ia mengatakan, apabila bahan pangan yang digunakan justru berasal dari luar daerah, hal tersebut akan menjadi catatan bahwa pemerintah daerah belum optimal dalam memanfaatkan potensi lokal.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta sinergi yang kuat antara pihak SPPG dengan Dinas Pangan dan Pertanian serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM agar penguatan rantai pasok pangan lokal dapat segera terwujud.
“Untuk itu saya mohon kerja sama SPPG dengan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian serta Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM agar penguatan rantai pasok pangan lokal bisa segera diwujudkan,” tambahnya.
















