Kabarminang — Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang lulus dalam program kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL), Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD), dan Universitas Andalas untuk mendalami kajian manuskrip atau naskah kuno.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara, program ini bertujuan mempelajari budaya manuskrip, menggali potensi pengetahuan lokal, serta melihat transformasinya di era kontemporer, yang nantinya hasil kajian tersebut dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif berbasis naskah.
Pada tahap seleksi awal, katanya, mahasiswa diminta membuat abstrak penelitian sementara yang berkaitan dengan manuskrip. Abstrak tersebut kemudian diseleksi untuk menentukan peserta yang lolos ke tahap berikutnya.
“Dari proses seleksi tersebut, mahasiswa dari UIN Imam Bonjol Padang lulus tujuh orang ke tahap wawancara yang digelar pada 7 April 2026. Kemudian dari hasil wawancara itu dinyatakan 6 mahasiswa lulus dan melanjutkan ke tahap penandatanganan kontrak penelitian selama tiga tahun,” kata Martin.
Setelah penandatanganan kontrak itu, Martin menjelaskan di 2026 mahasiswa yang terpilih akan melaksanakan riset lapangan ke wilayah Pesisir Selatan terkait manuskrip, kemudian menyusun artikel untuk dipresentasikan. Selanjutnya, pada 2027, program berlanjut pada publikasi karya tulis ilmiah internasional serta workshop ekonomi kreatif berbasis naskah. Kemudian pada 2028, peserta akan memproduksi hasil alih wahana manuskrip menjadi produk ekonomi kreatif dan mendiseminasikan hasil tersebut kepada publik.
“Program ini sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset berbasis manuskrip hingga menghasilkan luaran yang berdampak pada penguatan ekonomi kreatif berbasis pengetahuan lokal,” katanya.
Martin menyebut, selain UIN IB Padang, sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Barat juga menerima undangan program ini, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, ISI Padang Panjang, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, serta UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
“Program ini menjadi salah satu upaya penguatan riset manuskrip di tingkat mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan khazanah pengetahuan lokal,” tuturnya.















