Kabarminang — Seorang pemuda tewas karena tenggelam di embung irigasi di Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan, pada Jumat (27/3/2026).
Koordinator Unit Basarnas Solok Selatan, Vivien Hans Priman, menginformasikan bahwa pemuda tersebut bernama Ahmad Frenzi (24 tahun), siswa SMA, warga Sungai Durian, Kecamatan Sungai Pagu.
Perihal tenggelamnya Frenzi, Vivien menjelaskan bahwa sekitar pukul 15.30 WIB korban mandi di embung itu bersama teman-temannya. Saat mandi, korban diduga tidak bisa berenang, kemudian tenggelam.
“Teman korban yang melihat kejadian sempat melakukan pertolongan. Karena embung dalam, korban tidak bisa diselamatkan. Teman korban lalu melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat,” ucapnya Vivien pada Sabtu (28/3/2026).
Vivien mengatakan bahwa ia mendapatkan laporan tersebut dari warga bernama Heru melalui telepon. Setelah menerima laporan itu, pihaknya segera menuju embung untuk mencari korban. Setelah mencari beberapa jam, kata Vivien, tim Basarnas dan warga menemukan korban di dasar embung dalam keadaan tewas sekitar pukul 22.20 WIB.
“Ada sepuluh orang yang menyelam ke dasar embung untuk mencari korban. Sepuluh orang itu tim Basarnas dan warga setempat. Kedalaman embung itu awalnya 6—8 meter. Tim dan warga kemudian membuka pintu air embung untuk mengurangi kedalaman embung. Saat tim dan warga menyelam, kedalaman embung sekitar 2—3 meter,” tutur Vivien.
Heru, warga Sungai Durian yang melaporkan tenggelamnya korban kepada Vivien, mengatakan bahwa ia melihat korban tenggelam saat melihat siaran langsung dari akun TikTok korban. Saat mengetahui korban tenggelam, yang merupakan orang yang ia kenal, ia langsung menemui kakaknya, yang juga kenal dengan korban.
“Kakak saya juga menonton live di akun TikTok Frenzi dan mengetahui Frenzi tenggelam. Setelah itu, saya langsung menuju embung. Di sana saya bertemu dengan empat teman Frenzi dan bertanya ada apa. Kata salah satu temannya, Frenzi tenggelam. Saya langsung menghubungi Koordinator Basarnas Solok Selatan untuk memberitahukan kejadian itu,” ucap Heru.
Di media sosial beredar video yang merekam siaran langsung di akun TikTok korban. Dalam video itu terlihat bahwa korban tenggelam di embung. Salah seorang temannya berusaha berenang kea rah korban, lalu kembali ke pinggir embung. Beredar kabar di media sosial bahwa korban memasuki embung untuk mengikuti tantangan oleh seorang penonton dalam siaran langsung di akun TikTok-nya. Penonton tesebut menjanjikan uang Rp100 ribu kepada korban jika korban berani melompat ke embung tersebut. Namun, kabar tersebut berlum terkonfirmasi dari teman-teman korban yang mandi bersama korban di lokasi, dari keluarga korban, atau dari kepolisian. Kabarminang.com sedang menghubungi pihak-pihak tersebut untuk meminta konfirmasi tentang kebenaran kabar tersebut.















