Kabarminang — Tim gabungan menemukan sesosok mayat‎ di Aliran Sungai Batang Lolo Lubuak Paraku, Jorong Taratak Teleng, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, pada Kamis (26/3/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengatakan bahwa mayat tersebut merupakan warga Jorong Pinti Kayu, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, yang hilang pada Minggu (22/3/2026). Ia menyebut bahwa korban bernama Syafwarman (56 tahun), penganggur.
Perihal penemuan korban, Khairul menceritakan bahwa petani bernama Lina (48 tahun), warga Jorong Taratak Teleng, Nagari Sariak Alahan Tigo, melihat seorang laki-laki dewasa di dalam sungai. Lina kemudian menginformasikan temuan itu kepada tim BPBD Kabupaten Solok sekitar pukul 14.30 WIB.
Setelah mendapatkan informasi itu, kata Khairul, tim gabungan bersama warga langsung bergerak menuju lokasi di Aliran Sungai Batang Lolo Lubuak Paraku. Ia menyebut bahwa tim gabungan terdiri atas tim reaksi cepat BPBD Kabulaten Solok; Camat Hiliran Gumanti, Zulbakti, beserta pegawai Pemerintah Kecamatan Hiliran Gumanti; Kepala Polsek Hiliran Gumanti, AKP Edi Adwar, beserta personil Polsek; personel Kodim 0309/10 Lembah Gumanti, Serda Dendi; Pelaksana Tugas Wali Nagari Talang Babungo, Budi Herman, beserta perangkat nagari; Kepala Jorong Pinti Kayu; Kepala Jorong Taratak Dama.
‎
“Ketika tiba di lokasi, tim memeriksa laki-laki dewasa tersebut di dalam sungai. Setelah diperiksa, memang benar laki-laki itu Syafwarman, warga Jorong Pinti Kayu yang hilang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Khairul.
Khairul mengatakan bahwa lokasi penemuan mayat itu merupakan hutan, yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga.
Setelah itu, kata Khairul, tim membawa mayat korban ke rumah duka. Ia menyebut bahwa keluarga korban tidak memutuskan untuk mengotopsi mayat korban dan menerima kematian korban.
“Jenazah korban langsung dikebumikan di pekuburan kaumnya,” ucap Khairul.
Khairul menambahkan bahwa pihaknya belum mengetahui penyebab hilangnya korban. Ia mengatakan bahwa korban tidak pulang dari pagi sampai sore pada Minggu (22/3/2026). Ia menyebut bahwa tim gabungan segera mencari korban setelah keluarganya melaporkan kehilangan korban.
“Pada pencarian hari kelima, korban ditemukan,” tuturnya.















