Kabarminang — Menjelang Lebaran, masyarakat identik dengan penukaran uang baru yang biasanya dijadikan tunjangan hari raya (THR) atau diberikan kepada sanak saudara usai salat Idulfitri. Kuota penukaran uang di beberapa layanan bank yang terbatas, membuat sejumlah masyarakat di Padang memilih menukarkan uang melalui jasa penukar uang.
Dari pantauan Sumbarkita, jasa penukaran uang baru ini terlihat di beberapa kawasan, seperti di RTH Imam Bonjol, Kecamatan Padang Barat, serta di Jalan Sisingamangaraja, Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur.
Para jasa penukar uang ini beroperasi di tepi jalan dengan menetapkan nominal Rp500.000 ditukarkan menjadi Rp700.000.
Selain uang baru, jasa ini juga menyediakan uang lama yang telah dicuci dan disetrika sehingga menyerupai uang baru, dengan nominal Rp500.000 ditukarkan menjadi Rp580.000.
Meskipun tergolong mahal, banyak masyarakat tetap memilih cara ini untuk mendapatkan uang baru menjelang Lebaran Idulfitri 2026.
Salah satu warga, Tina, mengatakan dirinya menukarkan uang baru Rp500.000 menjadi Rp700.000. Ia memilih cara ini karena Lebaran semakin dekat.
“Ini memang tergolong mahal, tetapi mau bagaimana lagi, Lebaran semakin dekat. Saya butuh uang baru ini untuk dibagikan kepada sanak saudara,” imbuhnya.
















