Kabarminang — Beredar di media sosial sebuah video memperlihatkan kondisi ruas jalan Padang–Bukittinggi via Malalak bisa dilewati kendaraan pada Sabtu (14/3/2026). Video tersebut menampilkan sejumlah mobil dan motor melintasi jalan yang masih berupa tanah dengan bekas pengerukan di sisi perbukitan.
Dalam video itu, tertulis keterangan bahwa jalan dapat dilalui kendaraan pukul 08.00 WIB, kemudian pada pukul 12.00–13.00 WIB, serta setelah pukul 17.00 WIB. Keterangan video juga menyebutkan lokasi yang sebelumnya terdampak longsor sudah dapat dilalui. Namun, pengendara diminta tetap waspada karena kondisi jalan masih licin.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Agam, AKP M. Irsyad Fathurrachman, mengatakan hingga kini jalur tersebut belum dibuka untuk umum karena masih dalam pengawasan, dan di beberapa titik masih berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Hasil dari lokakarya mini lintas sektor yang dilakukan di Bukittinggi menunjukkan jalan menuju Malalak belum bisa dilewati untuk umum. Jalur hanya dibuka untuk warga lokal dan hanya diperuntukkan untuk kejadian darurat,” ujarnya kepada Sumbarkita, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan penyampaian dari pihak Hutama Karya Indonesia (HKI) masih terdapat beberapa titik yang dinilai berisiko tinggi jika terjadi hujan. Ia menyebut, saat ini pihak HKI juga telah melakukan pembatasan akses di jalur tersebut dengan memasang portal pada dua arah masuk menuju kawasan Malalak.
Irsyad mengimbau masyarakat untuk cermat menelaah informasi sebelum bepergian dan mengikuti petunjuk resmi dari pihak berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintasi jalur ini demi keselamatan saat berkendara,” ujarnya.
Diketahui, jalan alternatif Padang–Bukittinggi ini rusak akibat bencana pada akhir 2025.
















