Kabarminang – Bank Nagari mengimbau nasabah untuk lebih banyak menggunakan transaksi nontunai selama Ramadan hingga masa libur Lebaran. Selain lebih praktis dan aman, langkah ini juga untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat pada periode tersebut.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan uang tunai karena transaksi nontunai dapat menjadi alternatif yang lebih mudah.
“Dengan demikian masyarakat tidak perlu panik tentang ketersediaan uang tunai karena bisa menggunakan transaksi nontunai,” ujar Gusti.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS memudahkan masyarakat melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai.
Menurutnya, saat ini Bank Nagari telah bekerja sama dengan lebih dari 50 ribu merchant atau outlet yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Barat. Hal itu membuat penggunaan transaksi nontunai semakin luas di tengah masyarakat.
“Utamakan transaksi nontunai yang lebih banyak. Apalagi selalu ada promo yang diberikan Bank Nagari baik pada momentum Ramadan maupun Lebaran. Selalu akan ada kejutan-kejutan menarik untuk transaksi dengan QRIS,” katanya.
Meski demikian, Gusti mengatakan bahwa tradisi masyarakat membagikan uang baru saat Lebaran tetap diantisipasi oleh Bank Nagari.
Bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bank Nagari turut melayani penukaran uang baru bagi masyarakat yang telah melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR BI.
Pada kesempatan itu, Gusti juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan siber yang biasanya meningkat selama periode libur panjang seperti Lebaran.
Ia menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti nomor rekening, PIN, kode OTP, maupun alamat email.
“Kalau ada yang meminta data tersebut, sudah jelas itu penipuan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan yang tidak jelas.
“Kemudian kalau ada link yang tidak jelas, dalam bentuk undangan pesta atau apa pun, paling amannya jangan pernah dibuka,” katanya.
Gusti menambahkan bahwa perlindungan pertama terhadap kejahatan siber tetap berada pada nasabah. Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah agar data pribadi tidak bocor.
Ia menjelaskan bahwa setiap bank, termasuk Bank Nagari, memiliki teknologi untuk mengantisipasi kejahatan siber seperti Fraud Detection System serta tim keamanan yang melakukan patroli selama 24 jam.
Namun, menurutnya, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, sistem keamanan bisa tetap ditembus apabila nasabah sendiri memberikan data pribadinya kepada pihak lain.
“Pertahanan pertama memang dari nasabah. Kita memang punya tim siber dan patroli 24 jam, tetapi nasabah juga harus tetap waspada,” ujarnya.















