Kabarminang — Kehadiran beruang madu (Helarctos malayanus) meresahkan warga Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Sijunjung, dalam sepekan terakhir. Satwa dilindungi tersebut dilaporkan masuk ke area perkebunan masyarakat dan menunjukkan tanda-tanda menetap di lokasi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sijunjung menerima laporan resmi dari wali nagari setempat pada 20 Februari 2026 tentang kehadiran beruang madu tersebut. Untuk menindaklanjuti laporan itu, petugas BKSDA melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan keberadaan satwa di titik koordinat yang dimaksud.
Kepala BKSDA Resort Sijunjung, Djumanto, mengatakan bahwa hasil identifikasi menemukan bukti otentik berupa bekas cakaran pada batang pohon, kayu lapuk yang dibongkar, dan galian tanah untuk mencari sarang rayap.
“Petugas menemukan beruang tersebut cenderung menetap karena melimpahnya sumber pakan alami seperti rayap dan pohon rambai yang sedang berbuah. Bahkan, ditemukan sarang di atas salah satu pohon rambai milik warga,” ujar Djumanto kepada Kabarminang.com pada Sabtu (28/2/2026).
Djumanto mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusir beruang tersebut. Namun, katanya, hewan itu masih terpantau berada di sekitar lokasi hingga 23 Februari 2026.
Hal itu, kata Djumanto, mendorong tim gabungan dari Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW III, Kepala Jorong, dan masyarakat melakukan penyisiran intensif di lokasi pada 24 hingga 25 Februari 2026. Ia mengatakan bahwa dalam operasi tersebut, petugas menggunakan bunyi-bunyian dari mercon dan meriam besi untuk menggiring satwa kembali ke hutan. Selain itu, petugas memasang lampu flip-flop di sekitar pohon sarang guna memberikan efek kejut visual agar beruang tidak kembali ke area tersebut.
“Hingga saat ini, meskipun jejak cakaran baru masih ditemukan, fisik satwa belum terlihat kembali di pemukiman atau kebun warga,” tutur Djumanto.
















