Kabarminang – Sektor pertanian padi di Sumatera Barat, menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil meski menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Berdasarkan hasil proyeksi Kerangka Sampel Area (KSA), total produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Ranah Minang pada tahun 2025 diprediksi mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman menjelaskan, akumulasi produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.356.468 ton GKG diproyeksikan meningkat menjadi 1.367.262 ton pada tahun 2025.
Terdapat penambahan volume produksi sebesar 10.794 ton, yang didorong oleh lonjakan di beberapa daerah strategis.
“Produksi tahun 2025 merupakan angka prediksi berdasarkan data KSA. Secara umum, kenaikan ini didorong oleh optimalisasi di beberapa kabupaten meskipun ada dinamika perubahan iklim yang signifikan,” sebutnya kepada Sumbarkita pada Selasa (20/1/2026).
Data menunjukkan, Kabupaten Solok masih memegang peranan vital sebagai lumbung pangan utama Sumbar. Produksi di wilayah ini diprediksi melonjak drastis sebesar 26 persen, dari 165.694 ton (2024) menjadi 208.721 ton (2025). Secara volume, Kabupaten Solok menyumbang surplus terbesar dengan kenaikan mencapai 43.027 ton GKG.
Kejutan besar juga datang dari Kepulauan Mentawai. Meskipun secara volume relatif kecil, Mentawai mencatatkan persentase kenaikan tertinggi di Sumatera Barat mencapai 113,2 persen, dengan proyeksi produksi menembus 1.002 ton pada tahun 2025.















