Kabarminang — Air sungai Batang Siek di Jorong Seberang Tapian Napal, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya, menghitam dan keruh sejak dua hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi diduga kuat akibat limbah pabrik kelapa sawit milik PT Sawit Dharmasraya Lestarindo (PT DL).
Berdasarkan pantauan Kabarminang.com di lokasi, air sungai yang biasanya berwarna kecokelatan kini berubah menjadi lebih gelap, keruh, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi itu memicu keresahan masyarakat karena sungai Batang Siek selama ini merupakan sumber utama air untuk kebutuhan sehari-hari.
Ardi (35), warga Jorong Seberang Tapian Napal, mengatakan bahwa perubahan warna air sungai sudah terjadi dua hari dan makin parah dari hari ke hari.
“Sudah dua hari ini air Sungai Batang Siek menghitam dan bau. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Kami menduga ini akibat limbah pabrik sawit PT DL yang berada di sekitar aliran sungai,” ujar Ardi pada Kamis (15/1/2026).
Akibat kondisi tersebut, kata Ardi, warga terpaksa menghentikan aktivitas mandi dan mencuci di sungai. Selain itu, katanya, warga khawatir hal itu berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.
“Kalau dibiarkan terus, kondisi sungai yang seperti itu bisa mencemari air tanah dan mematikan ikan. Sungai ini sangat penting bagi masyarakat di sini,” ucapnya.
Jika terbukti terjadi pencemaran lingkungan, kata Ardi, dugaan pembuangan limbah tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengatur sanksi administratif hingga pidana bagi pelaku pencemaran.
“Jika terbukti ini limbah ini dibuang ke sungai dengan sengaja, tentunya sanksi tegas sesuai peraturan harus diberikan,” tuturnya
















