Kabarminang – Keberadaan monumen Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Bukan karena nilai anggaran pembangunannya, melainkan lantaran bentuk visual patung yang dinilai warganet jauh dari gambaran seekor macan dan disebut lebih mirip badak, kuda nil, hingga zebra.
Foto-foto patung tersebut ramai dibagikan warganet sejak awal Desember 2025. Beragam komentar bernada humor pun bermunculan dan justru membuat patung ini semakin dikenal luas. Tak sedikit warga dari luar desa sengaja datang ke Balongjeruk untuk melihat langsung dan berfoto di depan patung yang kini menjadi perbincangan nasional itu.
Menanggapi berbagai informasi yang beredar, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyampaikan klarifikasi resmi melalui surat yang ditujukan kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Surat tersebut turut beredar luas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @lambe_turah pada Senin (29/12/2025).
Dalam surat itu, Safi’i menegaskan bahwa pembangunan Patung Macan Putih merupakan usulan warga desa yang telah dimusyawarahkan bersama. Ia menyebut, pemilihan macan putih sebagai objek monumen tidak terlepas dari cerita turun-temurun masyarakat setempat.
“Pembangunan monumen di mana macan putih sebagai obyeknya tak lepas dari cerita orang tua di Desa Balongjeruk,” tulis Safi’i dalam surat klarifikasinya.
Terkait isu penggunaan dana desa, Safi’i memastikan seluruh biaya pembangunan patung berasal dari dana pribadinya, tanpa menggunakan anggaran desa sedikit pun. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp3,5 juta, dengan rincian Rp2 juta untuk upah borongan pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk pembelian material.
“Seratus persen adalah dana pribadi Bapak Safi’i selaku Kepala Desa Balongjeruk dan tanpa menggunakan dana desa sama sekali,” jelasnya.
Secara fisik, patung macan putih tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan lebar 1 meter, dengan tinggi keseluruhan mencapai kurang lebih 2,5 meter termasuk pondasinya. Dominasi warna hitam dan putih pada tubuh patung memicu beragam interpretasi dari warganet terkait bentuk dan ekspresinya.















