Kabarminang — Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru pada Selasa (2/12/2025) total korban meninggal mencapai 193 orang, dan 32 belum teridentifikasi.
“Total korban meninggal ada 193 orang. Dari total tersebut, 161 orang telah teridentifikasi, sementara 32 lainnya belum teridentifikasi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Barat, Arry Yuwandi, saat konferensi pers di Hall Lobi Kantor Gubernur, Selasa (2/12/2025).
Ia mengatakan data tersebut merupakan data terbaru dan hingga kini proses pendataan masih terus berlangsung seiring ditemukannya korban baru di lapangan.
Selain korban jiwa, bencana alam ini juga memicu gelombang pengungsian berskala besar. Hingga laporan terakhir, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 17.402 jiwa. Para pengungsi tersebar di berbagai lokasi dengan fasilitas terbatas.
Arry menyebutkan hingga kini tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap warga yang dilaporkan hilang. Petugas bekerja di sejumlah titik terdampak yang kondisi geografisnya cukup berat.
Ia mengungkapkan pencarian korban menemui banyak kendala, terutama minimnya peralatan berat yang dapat digunakan di lokasi terdampak, akses jalan yang rusak berat yang memperlambat mobilisasi alat berat ke titik bencana, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kendala di lapangan ada, tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin,” tutupnya.
















