Kabarminang – Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Posko Tanggap Darurat merilis daftar terbaru korban bencana yang telah berhasil diidentifikasi hingga Minggu (30/11/2025) pukul 21.00 WIB. Total 29 korban telah terkonfirmasi identitasnya, terdiri dari 16 warga Padang Panjang dan 13 warga dari luar Padang Panjang.
Data ini diumumkan sebagai bagian dari pembaruan penanganan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra Barat.
16 Warga Padang Panjang Teridentifikasi
Mayoritas korban berasal dari RT 20 Silaing Bawah, salah satu kawasan yang terdampak paling parah.
Daftar warga Padang Panjang yang teridentifikasi: Nilmawati (59), Maryulis (52), Junimar (52), Zainal (50), Fitri Ramayani (29), Hengki (40), Netti (37), Zeni S. Marpaung (24), Meri Andani (30), Dafi Hamdani (12), Dylan Alfarizi (5), Darman (46), Yunefa (47), Ristika Salsabila (14), Zahara Hidayani (12), dan Yulia Fitria Ningsih (19).
Seluruhnya tercatat sebagai warga RT 20 Silaing Bawah.
13 Korban dari Luar Padang Panjang
Selain warga lokal, sejumlah korban berasal dari wilayah lain di Sumbar dan luar daerah.
Mereka di antaranya: Agung Purnomo (Bukittinggi), Silvi Marta Putri (Kab. Solok), Robi Handaryo (Tanjung Emas), Rahayu Putri Anjani (Kab. Solok), Angger Raja Prakarsa (Payakumbuh), Gusrial (Payakumbuh), Satriadi (Kab. Pesisir Selatan), Johansa (Kab. Pesisir Selatan), Yoni Irizal (Kab. Pasaman), Riki Saputra (Tanah Datar), Nofi Hendri (Tanah Datar), M. Rafi Bakri (Limapuluh Kota), dan Elvarida Susanti (Pekanbaru).
Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan bahwa proses identifikasi masih berjalan dan pembaruan data dilakukan secara berkala oleh Posko Tanggap Darurat. Pemerintah juga mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga agar melakukan pengecekan langsung ke posko resmi.
Upaya pencarian dan evakuasi masih dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI–Polri, relawan, serta unsur pemerintah kota.
Upaya pencarian korban banjir bandang yang menerjang kawasan Jembatan Kembar, Silaiang Bawah, Kota Padang Panjang, terus dikebut. Memasuki hari kelima, Tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir aliran Sungai Batang Anai yang menjadi jalur utama hanyutan material galodo.
Penemuan Jenazah Hari Ini
Hingga hari ini, Senin (1/12/2025), belasan warga masih dinyatakan hilang sejak bencana terjadi pada Kamis (27/11/2025). Mereka diduga terseret kuatnya arus banjir bandang yang membawa lumpur, batu, dan kayu berukuran besar.
















