Kabarminang – Realisasi produksi padi di Padang dari Januari-Agustus 2025 tercatat 19.747,69 ton. Dari jumlah produksi tersebut, Kecamatan Nanggalo tercatat sebagai penyumbang hasil panen terbanyak.
Kepala Dinas Pertanian Padang, Yoice Yuliani, mengartakan angka tersebut merupalan capaian produksi dari sepuluh kecamatan penghasil padi di Padang.
Ia mengatakan, Kecamatan Koto Tangah menjadi penyumbang terbesar dengan produksi mencapai 4.915,95 ton, disusul Kecamatan Nanggalo sebesar 6.285,51 ton. Sementara itu, Bungus Teluk Kabung dan Kecamatan Kuranji masing-masing menyumbang 1.544,15 ton dan 3.037,1 ton.
Kecamatan lain juga berkontribusi, meski dengan jumlah lebih kecil. Kecamatan Lubeg menghasilkan 1.423,75 ton, Kecamatan Pauh 1.448,95 ton, Kecamatan Lubuk Kilangan 1.417,99 ton, Kecamatan Padang Utara 771,55 ton, Kecamatan Padang Selatan 36,95 ton, dan Kecamatan Padang Timur 14,65 ton.
“Produksi padi tahun 2025 sementara tercatat hampir 20 ribu ton dengan rata-rata provitas 4,65 ton per hektare. Angka ini menunjukkan potensi pertanian Padang tetap terjaga meskipun ada tantangan musim dan keterbatasan lahan,” katanya.
Ia melanjutkan, Pemerintah Kota Padang akan terus memperkuat program ketahanan pangan, termasuk menjaga ketersediaan lahan pertanian produktif serta mendorong pemanfaatan teknologi budidaya padi agar hasil panen semakin optimal.